Istighatsah Malam Jum'at Manis

Istighatsah Malam Jum’at Manis YASMU Peduli: Momentum Muhasabah dan Kepedulian Sosial

Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti kegiatan Istighatsah Malam Jum’at Manis YASMU Peduli yang dilaksanakan satu hari setelah perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat spiritualitas, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada anak yatim dan dhuafa.

YASMU Peduli menggelar acara tersebut sebagai bentuk rasa syukur setelah umat Islam melaksanakan ibadah qurban di Hari Raya Idul Adha. Selain itu, kegiatan ini juga mengajak masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, dzikir, dan istighatsah bersama.

Tidak hanya menghadirkan suasana religius, acara ini juga menghadirkan santunan yatim dan dhuafa sebagai bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, Istighatsah Malam Jum’at Manis tidak sekadar menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Istighatsah Malam Jum'at Manis

Pra Acara Dimulai Pukul 16.00 WIB

Panitia memulai rangkaian kegiatan sejak pukul 16.00 WIB melalui sesi pra acara.

Pada sesi tersebut, Bapak Herman, S.S. membacakan titipan doa dari para donatur YASMU Peduli. Suasana haru dan penuh kekhusyukan terasa ketika panitia menyampaikan berbagai doa dan harapan dari para donatur.

Melalui pembacaan titip doa tersebut, para donatur berharap Allah SWT memberikan keberkahan, kesehatan, kelancaran rezeki, serta perlindungan bagi keluarga mereka.

Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa YASMU Peduli tidak hanya fokus pada program sosial, tetapi juga memperhatikan aspek spiritual dan doa bersama.


Sholat Magrib Berjamaah Perkuat Kebersamaan

Memasuki pukul 17.15 WIB, seluruh peserta melaksanakan sholat magrib berjamaah.

Panitia dan jamaah mengikuti sholat dengan khusyuk dan penuh ketenangan. Selain menjadi kewajiban umat Islam, sholat berjamaah juga mempererat hubungan antarsesama jamaah yang hadir.

Melalui kegiatan berjamaah tersebut, peserta merasakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan yang hangat.

Selain itu, momen ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT setelah melaksanakan ibadah qurban di Hari Raya Idul Adha.

Istighatsah Malam Jum'at Manis

Istighatsah Malam Jum’at Manis Dimulai Pukul 18.00 WIB

Setelah sholat magrib berjamaah, acara inti Istighatsah Malam Jum’at Manis dimulai pada pukul 18.00 WIB.

Peserta mulai memenuhi lokasi acara dengan penuh antusias dan semangat mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang telah disiapkan panitia.

YASMU Peduli menghadirkan acara ini sebagai wadah memperkuat iman sekaligus membangun semangat kepedulian sosial kepada sesama.

Karena itu, kegiatan berlangsung dengan suasana religius, hangat, dan penuh kekeluargaan.

Istighatsah Malam Jum'at Manis

Pembukaan oleh Bapak Herman, S.S.

Bapak Herman, S.S. membuka acara secara resmi dengan penuh semangat dan rasa syukur.

Dalam pembukaannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan istighatsah sebagai sarana memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian sosial setelah Hari Raya Idul Adha.

Beliau berharap kegiatan tersebut dapat membawa keberkahan bagi seluruh peserta dan masyarakat sekitar.

Istighatsah Malam Jum'at Manis

Tausiyah Bapak Abbasi, SE tentang Hakikat Berqurban

Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan ini adalah tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Abbasi, SE.

Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan bahwa hakikat berqurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih sifat kebinatangan dalam diri manusia.

Beliau mengajak jamaah untuk menghilangkan sifat:

  • Kesombongan
  • Keegoisan
  • Kemarahan berlebihan
  • Keserakahan
  • Kebencian
  • Sifat tidak peduli kepada sesama

Menurut beliau, ibadah qurban seharusnya mampu membentuk pribadi yang lebih ikhlas, peduli, dan bertakwa kepada Allah SWT.

Selain itu, beliau juga menekankan bahwa nilai qurban tidak hanya terletak pada hewan yang disembelih, tetapi pada ketulusan hati dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Karena itu, umat Islam perlu menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Istighatsah Malam Jum'at Manis

Hakikat Qurban dalam Islam

Dalam tausiyah tersebut, Bapak Abbasi, SE juga mengingatkan jamaah tentang pentingnya memahami makna qurban secara mendalam.

Qurban mengajarkan umat Islam untuk:

  • Ikhlas dalam beribadah
  • Rela berkorban demi kebaikan
  • Peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan
  • Menjaga hubungan dengan Allah SWT
  • Memperkuat rasa syukur atas nikmat kehidupan

Selain itu, qurban juga mengingatkan umat Islam tentang kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menunjukkan ketaatan luar biasa kepada Allah SWT.

Karena itu, ibadah qurban seharusnya mampu membentuk pribadi Muslim yang lebih baik dan penuh kepedulian sosial.


Pembacaan Istighatsah oleh Bapak Rudiyanto

Setelah tausiyah selesai, Bapak Rudiyanto memimpin pembacaan istighatsah bersama.

Seluruh jamaah mengikuti bacaan istighatsah dengan penuh kekhusyukan dan harapan kepada Allah SWT.

Suasana menjadi semakin haru ketika jamaah bersama-sama memanjatkan doa untuk:

  • Keselamatan dunia akhirat
  • Keberkahan rezeki
  • Kesehatan keluarga
  • Kemudahan hidup
  • Perlindungan dari musibah
  • Kedamaian bangsa dan negara

Melalui istighatsah tersebut, jamaah berharap Allah SWT memberikan pertolongan dan keberkahan dalam kehidupan mereka.

Selain itu, kegiatan dzikir dan doa bersama juga membantu menenangkan hati serta memperkuat spiritualitas jamaah.

Istighatsah Malam Jum'at Manis

Santunan Yatim dan Dhuafa Jadi Bentuk Kepedulian Sosial

Selain kegiatan keagamaan, YASMU Peduli juga mengadakan santunan yatim dan dhuafa dalam acara tersebut.

Panitia menyerahkan santunan kepada anak yatim dan masyarakat dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi setelah Hari Raya Idul Adha.

Kegiatan santunan ini menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat yang hadir.

Selain itu, YASMU Peduli juga mengajak masyarakat untuk terus membantu anak yatim dan dhuafa melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan.

Karena itu, kegiatan ini tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial.

Istighatsah Malam Jum'at Manis

Momentum Menyambut Lebaran Yatim 10 Muharram 1448 H

Dalam tausiyahnya, Bapak Abbasi, SE juga mengingatkan jamaah tentang agenda besar berikutnya, yaitu perayaan Hari Lebaran Yatim Sedunia 10 Muharram 1448 H yang bertepatan pada Kamis, 25 Juni 2026.

Beliau mengajak masyarakat untuk mulai mempersiapkan kepedulian kepada anak yatim sejak sekarang.

Menurut beliau, bulan Muharram menjadi salah satu momen terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan, terutama kepada anak yatim.

Karena itu, YASMU Peduli mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program santunan dan kepedulian sosial pada momentum Lebaran Yatim mendatang.


Foto Bersama dan Penutup Acara

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, panitia mengajak seluruh peserta melakukan foto bersama.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat jelas selama sesi dokumentasi berlangsung.

Peserta tampak antusias dan bahagia mengikuti kegiatan Istighatsah Malam Jum’at Manis bersama YASMU Peduli.

Setelah itu, panitia menutup acara dengan doa dan harapan agar kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi semua pihak.

Istighatsah Malam Jum'at Manis

Istighatsah Jadi Sarana Memperkuat Spiritual dan Kepedulian

Kegiatan istighatsah tidak hanya menjadi rutinitas keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan ini membantu masyarakat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.

Melalui doa bersama, dzikir, tausiyah, dan santunan yatim dhuafa, masyarakat dapat membangun semangat kebersamaan dan gotong royong.

Selain itu, kegiatan seperti ini juga membantu mengingatkan umat Islam tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah spiritual dan kepedulian sosial.

Karena itu, YASMU Peduli terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


Peran YASMU Peduli dalam Kegiatan Sosial dan Keagamaan

YASMU Peduli terus aktif menghadirkan berbagai program sosial, pendidikan, dan keagamaan untuk membantu masyarakat.

Selain mengadakan santunan yatim dan dhuafa, YASMU Peduli juga rutin menggelar:

  • Kegiatan istighatsah
  • Program qurban
  • Bantuan sosial
  • Edukasi keagamaan
  • Program kemanusiaan

Melalui program-program tersebut, YASMU Peduli ingin membangun masyarakat yang lebih peduli, religius, dan saling membantu.

Karena itu, dukungan masyarakat dan para donatur memiliki peran penting dalam keberlangsungan berbagai program sosial tersebut.


FAQ Tentang Istighatsah Malam Jum’at Manis YASMU Peduli

1. Apa tujuan kegiatan Istighatsah Malam Jum’at Manis YASMU Peduli?

YASMU Peduli mengadakan kegiatan ini untuk memperkuat spiritualitas jamaah melalui doa, dzikir, dan tausiyah. Selain itu, panitia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial kepada anak yatim dan dhuafa. Oleh karena itu, acara ini tidak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga mempererat kebersamaan antarjamaah.

2. Siapa yang mengisi tausiyah dalam acara Istighatsah?

Bapak Abbasi, SE menyampaikan tausiyah utama dalam kegiatan tersebut. Dalam ceramahnya, beliau mengajak jamaah memahami hakikat qurban sebagai simbol penyembelihan sifat kebinatangan dalam diri manusia. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi setelah Hari Raya Idul Adha.

3. Kapan perayaan Lebaran Yatim 10 Muharram 1448 H dilaksanakan?

YASMU Peduli akan menyelenggarakan perayaan Hari Lebaran Yatim Sedunia 10 Muharram 1448 H pada Kamis, 25 Juni 2026. Oleh karena itu, panitia mengajak masyarakat mulai mempersiapkan kepedulian dan dukungan terbaik untuk membantu anak yatim melalui berbagai program sosial dan santunan.

Baca juga: Keutamaan Sedekah Jumat Berkah: Amalan Mulia Pembuka Pintu Rezeki


Kesimpulan

Istighatsah Malam Jum’at Manis YASMU Peduli yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Adha 1447 H berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, jamaah tidak hanya memperkuat spiritualitas melalui doa dan dzikir bersama, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial melalui santunan yatim dan dhuafa.

Tausiyah Bapak Abbasi, SE tentang hakikat qurban juga mengingatkan jamaah bahwa qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih sifat kebinatangan dalam diri manusia.

Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyambut Hari Lebaran Yatim Sedunia 10 Muharram 1448 H yang akan dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026.

Karena itu, YASMU Peduli terus mengajak masyarakat memperkuat ibadah, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.