YASMU Peduli – Kamis, 18 September 2025
Dalam rangka memperingati hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW, Yayasan As Salaamul Mukmin (YASMU Peduli) kembali menyelenggarakan kegiatan *Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan Yatim Dhu’afa. Acara ini dilaksanakan pada hari *Kamis, 18 September 2025 bertempat di Kantor Pusat YASMU Peduli, Dusun Krandon Wetan, Desa Jatiadi, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian sosial YASMU Peduli dalam membantu anak-anak yatim dan dhu’afa yang membutuhkan uluran tangan.

Rangkaian Kegiatan
Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Dimulai sejak sore hingga malam hari, setiap rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, penuh makna, serta menghadirkan suasana haru sekaligus kebahagiaan.
1. Pembacaan Titipan Doa Donatur (16.30 WIB)
Acara diawali pada pukul 16.30 WIB dengan *pembacaan titipan doa dari para donatur YASMU Peduli. Ratusan doa yang dititipkan melalui panitia dibacakan bersama-sama oleh para pengurus dan santri. Doa-doa tersebut berisi permohonan agar para donatur diberikan *kelancaran rezeki, kesehatan, keberkahan keluarga, serta dimudahkan segala urusannya oleh Allah SWT.
Suasana hening terasa ketika lantunan doa dikumandangkan, menghadirkan rasa haru karena doa-doa tulus itu dipanjatkan dari anak-anak yatim dan dhu’afa yang hatinya bersih dan penuh ketulusan.

2. Sholat Maghrib Berjamaah (17.25 WIB)
Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah di musholla kantor pusat YASMU Peduli. Jamaah terdiri dari pengurus yayasan, donatur yang hadir, para anak yatim, serta masyarakat sekitar. Sholat berjamaah ini semakin menambah kekhidmatan acara karena mengingatkan bahwa kebersamaan diikat dengan ibadah kepada Allah SWT.

3. Acara Inti (18.00 WIB)
Tepat pukul 18.00 WIB, acara inti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimulai dengan susunan sebagai berikut:
a. Pembukaan
Acara dibuka dengan pembacaan basmalah bersama dan sambutan hangat dari pembawa acara. Suasana penuh keakraban terasa, para tamu yang hadir dipersilakan duduk dengan tenang untuk mengikuti jalannya acara.
b. Sambutan Ketua YASMU Peduli – Bapak Abbasi, SE
Dalam sambutannya, Bapak Abbasi, SE selaku Ketua YASMU Peduli menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini.
“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Dan santunan untuk anak yatim serta dhu’afa ini adalah bukti kecil dari cinta kasih kita kepada sesama. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” ungkap beliau.
c. Ceramah Agama – Gus Idrus Alawi, M.Pd.I
Acara semakin hidup ketika tiba pada sesi ceramah agama yang disampaikan oleh Gus Idrus Alawi, M.Pd.I dari Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah Karangpranti Pajarakan, Probolinggo.
Gus Idrus membawakan ceramah dengan gaya khas yang penuh semangat dan interaktif. Beliau mengawali ceramah dengan *20 pertanyaan seputar sejarah keluarga Nabi Muhammad SAW. Anak-anak yatim dan dhu’afa yang bisa menjawab dengan benar mendapatkan hadiah berupa *buah-buahan segar dan sejumlah uang.
Anak-anak terlihat sangat antusias menjawab, suasana ceria pun memenuhi ruangan. Gus Idrus kemudian melanjutkan ceramah dengan menyampaikan sejarah singkat Nabi Muhammad SAW. Beliau menekankan bahwa Rasulullah adalah teladan sempurna dalam akhlak, kesabaran, perjuangan, serta kasih sayang kepada umatnya.
“Kalau kita ingin sukses dunia akhirat, tidak ada teladan terbaik kecuali Rasulullah Muhammad SAW. Mari kita ikuti sunnah beliau, baik dalam beribadah, bermuamalah, maupun dalam bersosialisasi,” ujar Gus Idrus.
d. Pembacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW
Selepas ceramah, acara dilanjutkan dengan pembacaan sholawat bersama. Seluruh jamaah berdiri dengan penuh semangat, melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Suara merdu anak-anak yatim dan jamaah membuat suasana semakin syahdu, seolah membawa hadirin semakin dekat dengan Rasulullah.
e. Doa
Setelah pembacaan sholawat, acara diteruskan dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Idrus Alawi. Doa dipanjatkan untuk para donatur, masyarakat sekitar, serta keselamatan bangsa dan negara.
f. Pemberian Santunan kepada 50 Yatim & Dhu’afa
Inilah momen yang paling ditunggu: pemberian santunan kepada 50 anak yatim dan dhu’afa. Satu per satu anak dipanggil untuk menerima paket santunan berupa uang tunai, bingkisan kebutuhan pokok, serta buah-buahan. Wajah mereka berseri-seri, tersenyum bahagia karena merasa diperhatikan dan dicintai.
Para donatur yang hadir ikut menyaksikan dengan penuh haru. Tidak sedikit dari mereka yang langsung menyeka air mata melihat keceriaan anak-anak tersebut.
g. Penutup
Acara ditutup dengan pembacaan hamdalah bersama dan saling bersalaman antar hadirin. Suasana kekeluargaan begitu terasa, memperlihatkan bahwa semangat Maulid Nabi bukan hanya tentang peringatan sejarah, tetapi juga tentang membangun ukhuwah dan kepedulian.

Makna dan Pesan Kegiatan
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan Yatim Dhu’afa kali ini memberikan banyak pesan berharga, di antaranya:
- Meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Rasulullah adalah suri teladan terbaik dalam beribadah, bermuamalah, dan berakhlak mulia.
- Menguatkan kepedulian sosial. Memberikan santunan kepada anak yatim dan dhu’afa adalah wujud nyata kasih sayang dan perhatian kepada sesama.
- Menumbuhkan semangat kebersamaan. Doa, sholat berjamaah, sholawat, dan santunan mengikat umat dalam satu ikatan ukhuwah Islamiyah.
- Menghargai donatur dan relawan. Doa khusus untuk para donatur menjadi bukti bahwa dukungan mereka sangat berarti dalam menjalankan program sosial.
Penutup
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan Yatim Dhu’afa yang diselenggarakan oleh YASMU Peduli pada Kamis, 18 September 2025 ini menjadi momentum penuh makna. Selain sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah, kegiatan ini juga meneguhkan komitmen yayasan dalam “Menggapai Harapan dengan Jiwa Sosial.”
Semoga acara ini membawa berkah, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat untuk terus berbagi kepada sesama. Sebab, seperti sabda Nabi Muhammad SAW:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”







