Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering mengancam masyarakat Indonesia. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti sejak dini.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, mahasiswa Universitas Hafsawati Genggong Pajarakan Probolinggo menggelar kegiatan bertema “Edukasi dan Pemberdayaan Waspada DBD untuk Peningkatan Kesehatan Lingkungan” di Panti Asuhan As Salaam 2 Karangpranti Pajarakan Probolinggo pada Ahad, 24 Mei 2026.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan sekaligus memahami bahaya DBD dan cara pencegahannya.
Selain memberikan edukasi kesehatan, mahasiswa juga mendorong peserta agar aktif menjaga kebersihan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa Universitas Hafsawati Genggong Gelar Edukasi DBD
Mahasiswa Universitas Hafsawati Genggong Pajarakan Probolinggo menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Panitia memilih Panti Asuhan As Salaam 2 Karangpranti sebagai lokasi kegiatan karena lingkungan yang sehat dan bersih sangat penting bagi kesehatan anak-anak dan masyarakat sekitar.
Melalui program ini, mahasiswa ingin meningkatkan pemahaman peserta tentang:
- Bahaya Demam Berdarah Dengue
- Cara penyebaran nyamuk Aedes aegypti
- Pentingnya menjaga kebersihan lingkungan
- Langkah pencegahan DBD sejak dini
Mahasiswa juga mengajak peserta untuk mulai menerapkan pola hidup bersih agar risiko penyebaran penyakit dapat berkurang.
Registrasi dan Pembukaan Acara
Panitia memulai kegiatan pada pukul 13.00 WIB dengan registrasi dan pengisian daftar hadir peserta.
Peserta datang dengan antusias dan langsung mengikuti arahan panitia. Suasana kegiatan terasa hangat dan penuh semangat sejak awal acara dimulai.
Setelah proses registrasi selesai, panitia membuka kegiatan secara resmi.
Panitia kemudian memperkenalkan rangkaian acara yang akan berlangsung selama kegiatan edukasi DBD berlangsung.

Sambutan Ketua Pelaksana
Ketua pelaksana, Ibu Umi Fatmawati, S. Farm, M. Farm, Klin, Apt, memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada peserta.
Dalam sambutannya, beliau mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan.
Beliau juga menekankan bahwa masyarakat dapat mencegah DBD dengan langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk.
Selain itu, beliau mengingatkan peserta bahwa kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri.
Karena itu, kegiatan edukasi kesehatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Sambutan Pengasuh Panti Asuhan
Pengasuh Panti Asuhan As Salaam 2 Karangpranti Pajarakan Probolinggo, Ibu Ismiati, turut memberikan sambutan kepada peserta dan panitia.
Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa Universitas Hafsawati Genggong yang telah mengadakan kegiatan edukasi kesehatan di lingkungan panti asuhan.
Beliau juga berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, beliau mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar tetap sehat dan nyaman.
Doa Bersama Dipandu YASMU Peduli
Sebelum memasuki sesi inti kegiatan, Bapak Purwono selaku pengurus YASMU Peduli memandu doa bersama.
Peserta mengikuti doa dengan khusyuk dan penuh harapan agar kegiatan berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi semua pihak.
Doa bersama juga mempererat kebersamaan antara peserta, panitia, dan tamu undangan yang hadir.
Pre-test untuk Mengukur Pengetahuan Peserta
Panitia melanjutkan kegiatan dengan sesi pre-test.
Melalui pre-test tersebut, panitia mengukur pemahaman awal peserta tentang Demam Berdarah Dengue.
Peserta menjawab beberapa pertanyaan terkait:
- Penyebab DBD
- Gejala DBD
- Cara penularan
- Pencegahan penyakit
Sesi ini membantu panitia mengetahui tingkat pengetahuan peserta sebelum materi edukasi diberikan.

Pembagian Leaflet dan Edukasi DBD
Panitia kemudian membagikan leaflet tentang DBD kepada seluruh peserta.
Leaflet tersebut memuat informasi penting mengenai:
- Bahaya Demam Berdarah Dengue
- Gejala DBD
- Cara mencegah DBD
- Pentingnya menjaga kebersihan lingkungan
- Langkah 3M untuk memberantas sarang nyamuk
Setelah itu, pemateri mulai menyampaikan edukasi DBD secara interaktif dan mudah dipahami.
Pemateri menjelaskan bahwa nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di tempat yang lembap dan tergenang air.
Karena itu, masyarakat perlu rutin membersihkan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak.
Pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan gerakan 3M:
- Menguras tempat penampungan air
- Menutup tempat air
- Mendaur ulang barang bekas
Selain itu, peserta juga belajar mengenali gejala DBD seperti:
- Demam tinggi
- Nyeri otot
- Mual
- Muncul bintik merah pada kulit
Melalui edukasi tersebut, peserta semakin memahami pentingnya pencegahan sejak dini.
Peserta Aktif Bertanya dan Berdiskusi
Setelah penyampaian materi selesai, panitia membuka sesi tanya jawab.
Peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan tentang DBD dan kesehatan lingkungan.
Mereka berdiskusi tentang cara mencegah penyebaran nyamuk serta langkah menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal.
Panitia juga memberikan doorprize kepada peserta yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan.
Pemberian doorprize membuat suasana kegiatan semakin semangat dan interaktif.

Pengisian Kuesioner dan Post-test
Panitia meminta peserta mengisi kuesioner sebagai bentuk evaluasi kegiatan.
Melalui kuesioner tersebut, panitia dapat mengetahui tanggapan peserta terhadap materi edukasi dan jalannya kegiatan.
Setelah itu, panitia melaksanakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi DBD.
Peserta tampak lebih memahami:
- Cara mencegah DBD
- Pentingnya menjaga kebersihan lingkungan
- Bahaya nyamuk Aedes aegypti
- Langkah memberantas sarang nyamuk
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat secara efektif.

Foto Bersama dan Penutupan
Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan melakukan foto bersama.
Suasana kebersamaan terlihat hangat dan penuh semangat.
Setelah sesi dokumentasi selesai, panitia menutup kegiatan dengan harapan peserta dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa juga mengajak peserta untuk menjadi pelopor kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
Pentingnya Edukasi DBD bagi Masyarakat
Edukasi kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya DBD.
Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat memahami cara mencegah penyebaran penyakit dan menjaga lingkungan tetap sehat.
Selain itu, edukasi juga membantu masyarakat lebih cepat mengenali gejala DBD sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal.
Karena itu, kegiatan penyuluhan kesehatan perlu terus dilakukan agar masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Masyarakat
Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas. Mereka juga dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pengabdian sosial.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Hafsawati Genggong menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Selain memberikan edukasi, mahasiswa juga membangun semangat kolaborasi dan kepedulian sosial bersama masyarakat.
Karena itu, kegiatan pemberdayaan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan.
Baca juga : BAKTI SOSIAL: Satu Hari Untuk Berbagi Bersama Mahasiswa Manajemen 4D Universitas Panca Marga
Kesimpulan
Kegiatan “Edukasi dan Pemberdayaan Waspada DBD untuk Peningkatan Kesehatan Lingkungan” yang diselenggarakan mahasiswa Universitas Hafsawati Genggong Pajarakan Probolinggo di Panti Asuhan As Salaam 2 Karangpranti berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme.
Mahasiswa berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang bahaya Demam Berdarah Dengue dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, peserta juga belajar langkah sederhana untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti melalui gerakan 3M dan pola hidup bersih.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan masyarakat bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan demi menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan nyaman.







